baik baik sayank by wali band

Jumat, 01 Juni 2012

makalah tentang Telepon Seluler



BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Telepon seluler atau handphone (Hp) merupakan salah satu alat komonikasi jarak jauh. Telepon seluler juga bisa kita bawa kemana mana karna dengan bentuknya yang kecil dan ringan.
Telepon seluler atau handphone (Hp) sudah ada sejak jaman penjajahan yaitu kira kira tahun 1947 yaitu di Negara paman Syam alias Amerika Serikat dan Negara negara Eropa lainnya.
Telepon seluler saat ini sudah meraja lela di kalangan masyarakat khususnya di Indonesia. Tidak hanya orang orang dewasa, anak anak yang masih SD pun sudah memiliki handphone.
2.      Rumusan Masalah
Rumusan yang dapat kita ambil :
v  Negara manakah yang pertama kali menciptakan telepon seluler dan siapakah tokoh penemunya yang pertama!
v  Telepon seluler merek apakah yang pertama kali di perkenalkan!
v  Etika etika apa saja yang perlu di perhatikan dan di jaga bagi pengguna telepon seluler
BAB II
1.      Sejarah Telepon Seluler
Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang di temukan oleh Lars Maqnus Ericcson, yang merupakan pendiri perusahaan ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson.
Pada tahun 1970-an perkembangan telepon seluler menjadi pesat dengan di dominasi  oleh 3 perusahaan besar yaitu: Perusahaan Nokia, Perusahaan Motorolla, Perusahaan Ericsson. 3 tahun kemudian Motorolla mengenalkan telepon genggam, ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek.
Ada pula ponsel dengan ukuran skoper. Dr cooper yang menjadi manajer proyek inovasi Motorola itu memasang base station di New York. Untuk proyek ini Motorolla bekeja dengan Bell Lebs. Penemuan ini sekaligus di klaim sebagai penemu ponsel pertama.
Sistem Motorolla mempertunjukan cara berkomonikasi aneh dari terminal telepon portable. Dia mencoba ponsel raksasanya sambil berjalan-jalan di berbagai lokasi di New York. Itu lah saat pertama ponsel di tampilkan dan di gunakan di depan public. Degan berat 30 once sekitar (800 gram) atau 10 kali lipat di bandingkan rata- rata ponsel yang beredar  saat ini.

2.      Dampak Pengguna Telepon Seluler
Hadirnya tekhnologi komunikasi beupa telepon seluler yang semakin pesat dan maju tidak dapat kita hindari. Berbagai upaya dan cara yang kita lakukan untuk menolak hadirnya tekhnologi komonikasi tersebut malah justru akan semakin membuat kita pusing. Secara tidak langsung memang tekhnologi komonikasi membawa berbagai keuntungan bagi mereka penggunanya. Namun dibalik keuntungan yang menggiurkan tersebut ternyata terselib banyak kerugian yang menyebabkan dampak buruk bagi psikologis dan kesehatan pengguna tekhnologi komonikasi itu tersebut.
Secara nyata jelas terlihat bahwa tekhnologi komunikasi memberikan keuntungan yang sangat besar bagi penggunanya terutama dalam hal berkomunikasi ( komunikasi tidak lagi rumit seperti dulu.
Ponsel yang  ringan dan tampak dapat di bawa di dalam saku jaket atau dompet. Kebebasan untuk mengirim dan menerima pangilan telepon dari mobil, restoran, suudut jalan bahkan ketika mendaki gunung , dalam waktu singkat di pandang sebagai kebutuhan mendasar dan dapat menghemat waktu yang memang besar artinya bagi para pedagang dan orang-orang yang merasa perlu untuk bisa menghubungi sewaktu-waktu. Telepon seluler menambah rasa nyaman dan aman.
Meski begitu masih sedikit sekali orang yang menyadari kerugian atau dampak negatip dari handphone dan mau berusaha untuk perlahan menanamkan cara atau kiat untuk mengurangi dampak yang dihasilkan dari pengguna telepon seluler.
Berdasarkan survey Siemens Mobile Lifestyle III menyebutkan bahwa 60% remaja usia 15- 19 tahun dan pancaremaja lebih senang mengirim dan membaca SMS dari pada membaca buku, majalah, atau Koran. Bahkan menurut data kompas ( 4 april 2003) yang melakukan steet poling yang di lakukan pada 100 remaja SMU di Jakarta, Bogor, Bandung dan Semarang menunjukan bahwa 51%  mereka mengirim SMS 11-20 kali, 35%  2-10 kali dan 14% lebih dari 20 kali sehari. Fenomena itu jelas menjadi salah satu potret dampak perkembangan komunikasi melalui HP. Bahkan sebesar 73% mereka  mengeluarkan biaya untuk voucher perbulannya sekitar 100-200 ribu, 9% antara 201-300 ribu dan 8% lebih dari 300 ribu perbulan. Ini artinya bahwa di samping menurunkan minat baca, HP juga  mengarahkan masyarakat untuk hidup konsumtif.
Di atas adalah dampak dari segi sosial budaya masyarakat. Lalu bagaimana dampak negatip  dilihat dari kejahatan psikologi seseorang maupun kesehatan?
Dari segi kejahatan , dampak nyata yang negatip dan banyak terjadi atas pengguna HP adalah bahwa ternyata komunikasi dengan HP dapat memunculkan praktik bisnis elegal dan ironisnya HP juga di jadikan ajang penipuan untuk mengeruk keuntungan dengan dalih menang dalam suatu undian di dunia maya. Penyalahgunaan fasilitas dari HP juga membawa dampak buruk bagi kaum remaja Indonesia. Melalui HP aksi pornografi semakin merajai benak kaum remaja Indonesia. Merekam aksi porno, mengambil atau dengan sengaja memotret gambar porno untuk kemudian du sebarkan ke HP lain adalah fenomena yang marak terjadi di kalangan remaja bahkan anak-anak.
Secara psikologis kerugian yang di akibatkan dari pengguna telepon seluler adalah manusia menjadi malas untuk bersosialisasi dengan teman dan lingkungan sekitar.
Dampak atas pengguna HP dari segi kesehatan juga tak kalah mengerikan. Berbagai penyakit serta kemungkinan terburuk hadir dalam tubuh manusia melengkapi kerugian atas pengguna HP atau telepon seluler.
3.      Etika-Etika Menggunakan Telepon Seluler
Beberapa etika yang perlu di perhatikan dan di jaga berkaitan dengan penggunaan telepon seluler, antara lain:
A.    Menyingkat pembicaraan,
B.     Tidak menyusahkan penerima telpon,
C.     Menjaga perasaan penerima telepon dan tidak membuatnya tersinggung,
D.    Mematikan ponsel atau mengaktifkan tanpa nada saat memasuki mesjid,
E.     Menghindari penggunaan nada dering lagu dan musik,
F.      Tidak menggunkan ponsel pada saat berada di majelis ilmu atau pada forom- forom besar secara umum,
G.    Jangan merekam pembicaraan atau mengaktifkan suara luar di tengah orang banyak tanpa sepengetahuan lawan bicara,
H.    Tidak meninggalkan ponsel sembarangan di tempat-tempat umum,
I.       Waspadai penggunaan kamera ponsel,
J.       Menjaga sopan santun dalam menulis pesan singkat,
K.    Meneliti kebenaran suatu pesan,
L.     Hindari pesan-pesan SMS yang tidak baik,
M.   Memastikan kebenaran nomor tujuan,
N.    Jagalah perasaan dan kondisi penerima,
O.    Jangan melihat isi ponsel orang lain dan membaca pesan-pesan di dalam tanpa izin pemiliknya,
P.       Tidak menggunakan ponsel untuk  berhubungan dengan lawan jenis,
Q.    Jangan sering bermain ponsel dalam forum,
R.     Berpura-pura dan senang di puji.
BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan
*      Telepon seluler yang pertama kali di temukan oleh Lars Maqnus Ericsson dari Swedia pada tahun 1910, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson yang saat ini di kenal dengan perusahan Sony Ericsson.
*      Pada tahun 1970 an perkembangan telepon seluler menjadi pesat, dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu: Perusahan Nokia, Perusahaan Motorolla, Perusahaan Ericsson.
*      Telepon seluler yang pertama kali di pasarkan adalah merek Motorolla yang ukurannya besar dengan antena pendek.
*      Telepon seluler memberikan keuntungan yang sangat bagi penggunanya terutama dalam hal berkomunikasi.
*      Kerugian telepon seluler, yaitu:
i)        Dari segi sosial: menurunkan minat baca masyarakat bahkan kaum remaja yang masih sekolah, dan HP juga mengarahkan masyarakat tuk hindup konsumtif.
ii)      Dari segi kejahatan: ajang penipuan untuk mengeruk keuntungan, merekam aksi porno kemudian di sebarkan ke HP lain,
iii)    Dari segi psikologis: manusia menjadi malas untuk bersosialisasi dengan teman dan lingkungan sekitarnya.
iv)    Dari segi kesehatan: akan menimbulkan berbagai penyakit, seperti kemandulan dan kanker.
2.      Saran- saran
*      Jangan meletakan HP di saku celana karna bisa mengakibatkan kemandulan.
*      Jangan sampai kita malas karna HP.
*      Jangan menggunakan HP di tempat-tempat umum, karna bisa menimbulkan kejahatan.
*      Gunakan etika untuk menggunakan telepon seluler, agar kita tidak di mengganggu orang lain.
*       
DAFTAR PUSTAKA

-          Nurudin, Sis tem Komonikasi Indonesia, Jakarta: Rajawali Pers, 2005.
-          Fidler, Roger, Mediamorfosis: Understanding New Media,  Thousand Oaks. California: Pine Forge Perss, 1997

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar